Awal Tahun 2026, Sektor Wisata Banten Lesu
BANTEN – Sektor pariwisata di Banten masih mengalami kelesuan baik dari tingkat kunjungan maupun tingkat hunian hotelnya. Di awal tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah indikator utama pariwisata mengalami penurunan pada Januari 2026.
Pada Januari 2026, berdasarkan berita resmi statistik BPS, yang dirilis 2 Maret 2026, disebutkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Banten tercatat 5,16 juta perjalanan. Angka ini turun 3,91 persen dibandingkan Januari 2025. Jika dibandingkan dengan Desember 2025, jumlah perjalanan juga turun 0,48 persen.
Penurunan tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah tujuan wisata di Banten. Kabupaten Serang mencatat penurunan tertinggi secara tahunan dengan 13,81 persen, disusul Kabupaten Lebak 12,59 persen, serta Kabupaten Pandeglang 12,34 persen.
Kota Serang juga mengalami penurunan perjalanan wisatawan sebesar 10,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Kota Tangerang menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat pertumbuhan perjalanan wisatawan secara tahunan, yakni 2,87 persen.
Dari data tersebut, kita bisa lihat aktivitas perjalanan wisata domestik ke Banten pada awal tahun belum sepenuhnya pulih.
Baca juga Nilai Tukar Petani Banten 2026 Menurun
Selain pergerakan wisatawan, indikator lain yang menggambarkan kondisi pariwisata adalah tingkat hunian hotel. Pada Januari 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Banten mencapai 49,17 persen.
Jika dibandingkan Januari 2025 angka ini turun 0,75 poin persen dan turun lebih besar lagi, yakni 4,22 poin persen dibandingkan Desember 2025.
Penurunan juga terjadi pada hotel nonbintang. Tingkat hunian akomodasi nonbintang pada Januari 2026 tercatat 20,25 persen, turun 2,89 poin persen dibandingkan Januari 2025 dan turun 5,95 poin persen dibandingkan Desember 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan aktivitas wisata turut berdampak pada sektor akomodasi.
Di sisi lain, data kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren yang berbeda. Pada Januari 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta tercatat 212.826 kunjungan.
Secara tahunan, jumlah tersebut naik 10,02 persen dibandingkan Januari 2025. Namun secara bulanan, angka tersebut justru turun 7,62 persen dibandingkan Desember 2025.
Berdasarkan negara asal, wisatawan yang datang melalui bandara tersebut didominasi oleh wisatawan dari Malaysia dengan kontribusi 22,47 persen dari total kunjungan. Selanjutnya diikuti wisatawan dari Tiongkok 17,58 persen, serta Singapura 7,39 persen.
Selain jumlah kunjungan dan hunian hotel, rata-rata lama menginap wisatawan juga menjadi indikator penting dalam aktivitas pariwisata. Pada Januari 2026, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Banten tercatat 1,36 malam. Angka ini turun 0,08 jika dibandingkan Januari 2025.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tamu hotel di Banten cenderung tinggal lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, data pariwisata Banten pada Januari 2026 memperlihatkan dinamika yang beragam. Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi perjalanan wisatawan domestik justru menurun.
Terkait data ini, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eli Susianty mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan di Banten utamanya disebabkan oleh kondisi alam, cuaca ekstrem dan prediksi cuaca buruk di kawasan wisata pantai, penurunan daya beli masyarakat, serta kekhawatiran bencana alam (isu gempa).
“Prediksi cuaca buruk dan hujan ekstrem sepanjang Januari 2026 membuat wisatawan enggan mengunjungi destinasi wisata alam, terutama pantai di wilayah Lebak dan Pandeglang,” katanya melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (10/03/2026).
Selain itu, kata Eli, kondisi ekonomi masyarakat yang melemah dalam beberapa tahun terakhir memengaruhi minat untuk berwisata. Berita mengenai cuaca tak bersahabat dan potensi bencana alam, termasuk isu gempa, menyebabkan penurunan kunjungan ke kawasan wisata.
Menurut Eli, faktor Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jauh lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan drastis pada volume angkutan penumpang/barang domestik pada Januari 2026, berkontribusi pada penurunan pergerakan wisatawan lokal,” ungkapnya.
Eli menambahkan, kawasan wisata di Provinsi Banten masih perlu melakukan peningkatan sarana dan prasarana penunjang. Itu perlu dilakukan guna meningkatkan kembali angka kunjungan wisatawan ke Banten. (ukt)





