Cahaya Obor di Malam Takbir: Tradisi Warga Dukuh Carita Menyambut Idulfitri 2026
Cahaya obor menyala di sepanjang Jalan Kampung Dukuh, Desa Sukanagara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ribuan warga dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah ke jalan. Berjalan beriringan dalam pawai obor dan takbir keliling. Dentuman beduk dan bunyi kentongan berpadu dengan takbir yang menggema, menghidupkan malam yang sarat makna.
Tak hanya membawa obor, sebagian warga tampil dengan kreativitas unik. Ada yang berdandan menyerupai hantu, ada pula yang mengenakan riasan pengantin, menambah warna dalam tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini. Tawa dan sorak-sorai pun sesekali pecah, mencairkan suasana tanpa menghilangkan kekhidmatan malam kemenangan.
Bagi Nurasiah, salah satu warga setempat, momen ini selalu dinantikan setiap tahun. Baginya, pawai obor bukan sekadar tradisi, tetapi juga ruang untuk merajut kebersamaan.
“Senang saja, soalnya ini rutin setiap tahun saat malam takbir Lebaran,” ujarnya di sela-sela takbir keliling, Jumat (20/03/2026).
Baca juga Salah Urus Prioritas Pembangunan Jalan
Hal senada disampaikan Wawan, warga lainnya, yang menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Tanpa campur tangan pihak luar, seluruh rangkaian acara digagas dan dibiayai secara swadaya.
“Ini swadaya masyarakat. Jadi setiap rumah iuran untuk beli minyak tanah sama kembang api,” ungkapnya.
Di tengah arus modernisasi yang kian deras, tradisi pawai obor di Kampung Dukuh tetap bertahan. Ia menjadi penanda bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat.
Penulis, Ukat Saukatudin, jurnalis banteninside.co.id






