Mudik Asik Baca Buku, Ribuan Buku Dibagikan di Terminal Pakupatan, Kota Serang
Terminal Pakupatan, Kota Serang, Senin (16/3/2026), tidak hanya dipadati pemudik yang bersiap pulang kampung. Di antara antrean penumpang dan bus yang datang silih berganti, sejumlah anak terlihat memegang buku yang baru saja mereka dapatkan. Buku-buku itu dibagikan secara gratis untuk menemani perjalanan mudik mereka.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membagikan ribuan buku kepada masyarakat di Terminal Tipe A Pakupatan melalui program “Mudik Asik Baca Buku.” Program ini digelar serentak di sejumlah titik keberangkatan mudik sebagai bagian dari upaya mendorong budaya membaca di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Bahasa Banten Devyanti Asmalasari mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan di sembilan titik yang tersebar di wilayah Jakarta dan Banten.
Khusus untuk Banten, pembagian buku dilakukan di dua lokasi, yakni Terminal Pakupatan, Kota Serang, dan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Masing-masing lokasi menyalurkan sekitar 2.600 buku kepada para pemudik.
“Program ini dilaksanakan di sembilan titik yang tersebar di Jakarta dan Banten. Untuk Banten ada di Terminal Pakupatan dan Pelabuhan Merak,” kata Devyanti saat ditemui di Terminal Pakupatan.
Baca juga Topi Anyaman Pandan Pandeglang : Pernah Tembus Pasar Ekspor, Kini Butuh Pasar Baru
Ia menjelaskan, sebagian besar buku yang dibagikan memang ditujukan untuk anak-anak, meskipun tersedia pula buku untuk kalangan dewasa. Hal ini dilakukan agar anak-anak memiliki kegiatan selama perjalanan mudik yang kerap berlangsung lama.
Menurut Devyanti, perjalanan mudik sering kali membuat anak-anak merasa bosan sehingga orang tua biasanya memberikan gawai sebagai hiburan. Melalui program ini, pemerintah ingin memberikan alternatif kegiatan yang lebih positif.
“Kami menginginkan dalam perjalanan itu anak-anak bisa memiliki pengalaman yang positif. Biasanya kan anak-anak diberi gawai, kami ingin mengalihkan perhatian anak-anak ke arah yang positif,” ujarnya.
Buku-buku yang dibagikan berasal dari berbagai sumber, baik buku baru maupun buku bekas yang masih layak baca. Pengadaan buku tersebut merupakan hasil kerja sama antara Badan Bahasa, Perpustakaan Nasional, serta sejumlah penerbit yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Dalam kegiatan itu, setiap anak mendapatkan tiga hingga lima buku yang bisa dipilih langsung dari sejumlah judul yang tersedia.
“Ada beberapa buku yang bisa dipilih oleh anak-anak kemudian bisa dibaca selama menemani perjalanan mereka. Kami berharap dari kegiatan ini juga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat,” tutur Devyanti.
Ridwan, seorang pemudik tujuan Garut, mengaku antusias dengan pembagian buktu. Ia menilai pembagian buku memberikan pilihan lain bagi orang tua untuk mengisi waktu anak selama perjalanan.
“Anak saya juga antusias dapat buku bergambar, jadi enggak akan terlalu bosan nanti,” ujarnya. Program pembagian buku ini diharapkan tidak hanya menjadi teman perjalanan para pemudik, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak.
Penulis, Ukat Saukatudin, jurnalis banteninside.co.id






