Pelantikan Pejabat Pemprov Banten : Ada yang Moncer, Ada yang Tergusur
BANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni, melantik 132 pejabat eselon III dan IV di Pemprov Banten, Selasa (31/03/2026). Meski demikian, Andra mengakuil, puluhan posisi jabatan lainnya hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Berdasarkan daftar nama pejabat yang dilantik, tampak sejumlah pejabat eselon III yang digeser ke jabatan baru mereka. Ada yang menempati posisi “basah” di jabatan barunya, ada pula yang terpental ke posisi “kasta rendah” meski tetap di eselon III. Ada pula yang pejabat eselon III yang tergusur oleh anak buahnya yang dapat promosi.
Nama Rita Praweswari yang sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terpental ke Dinas Sosial menduduki posisi Kepala Bidang Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten, posisinya di Bapenda digantikan Ahmad Thamrin.
Ahmad Thamrin sebelumnya menjabat Kepala Bagian di Biro Organisasi dan sempat menjabat Plt Kepala Biro Organisasi. Diketahui, Thamrin akan memasuki masa pensiun bulan April mendatang. Sedangkan posisi Tahamrin di Biro Organisasi diduduki pejabat fungsional muda yang dapat promosi yakni, Faujia Dos Santos, alumni sekolah kedinasan pemerintahan dalam negeri.
Baca juga Manajemen Talenta, Mau Ideal atau Transaksional?
Faujia Dos Santos tidak sendiri. Beberapa alumni sekolah kedinasan pemerinatahan dalam negeri lainnya juga mendapat promosi, yaitu Ade Ifan Anshori, Kepala Bagian Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Andi Julianto, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata,
Rizal Marthias Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Banten, lalu Dianawati Sugandi menjadi Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten. Kemudian, Indah Pusparani, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Staf Ahli Biro Umum, dan Anita Widiastuti.Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Banten.
Pejabat eselon III yang juga terpental adalah Linda Rohyati Fatimah yang harus hengkang menjadi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten, karena posisi lamanya yaitu Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten diduduki Ratu Niken Soraya yang sebelumny apejabat fungsional muda Dinas Pariwisata.
Ada pula nama Agus Santoso Effendi Guruh Agung yang tergusur dari jabatan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Banten menjadi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Banten, karena posisi lamanya digantikan kepada Anita Widiastuti.
Pejabat yang juga mendapat promosi adalah Sofyan Nuryaman, yang sebelumnya Kepala Sub Bagian Program Evaluasi menjadi Kepala Bidang Ekosistem Pemerintahan Digital Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten. Ada juga nama Ibud Sihabudin dilantik sebagai Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten yang sebelumnya pejabat fungsional muda di instansi yang sama. Juga nama Suryana yang sebelumnya pejabat fungsional muda Sekretariat DPRD Banten dilantik menjadi Kepala Bagian Persidangan, Aspirasi dan Humas Sekretariat DPRD Provinsi Banten. Kedua orang ini bekas anakbuah Sekda Banten Deden Apriandhi saat menjabat Sekretaris DPRD.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menjelaskan bahwa dari total 132 pejabat yang dilantik, sebanyak 68 di antaranya merupakan promosi jabatan baik ke eselon III maupun IV.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat puluhan jabatan yang belum terisi pejabat definitif. “Kita belum hitung total, sekitar 50-60 orang yang masih Plt,” katanya.
Sementara itu, Andra Soni mengakui, kekosongan jabatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Sejak awal 2025, Pemprov Banten mulai menerapkan sistem manajemen talenta untuk memperbaiki proses mutasi dan pengisian jabatan.
“Ini seingat saya setelah beberapa tahun kita mengalami kekosongan jabatan menjadi perhatian masyarakat. Sejak 2025 awal kita sudah menggunakan manajemen talenta dalam proses mutasi atau pengisian jabatan, kita akan terus evaluasi sistem yang kita gunakan ini,” ujarnya. (ukt/red)






