Teman Dekat Aktivis yang Ditangkap Polresta Serang Dapat Teror

BANTEN – Salah satu teman Alif, Koordinator Umum Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN SMH Banten menerima berbagai teror melalui media sosial.
Alif merupakan salah satu aktivis yang ditangkap oleh Polresta Serang pasca demonstrasi Agustus 2025 lalu.
Teman dekat Alif, Caca mengaku menerima teror melalui pesan langsung (DM) Instagram dari sebuah akun yang diduga bodong. Pada 5 Januari 2026, ia menerima kiriman berita mengenai penangkapan seorang mahasiswa. Kemudian, pada 27 Februari 2026, akun tersebut kembali mengirimkan unggahan tentang aktivis yang ditangkap.
Teror berlanjut pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 21.14 WIB, setelah Caca membuat status Instagram. Akun itu mengirim pesan yang menyebut, “anarkisme dibela, be smart ngga malu? Cantik-cantik dongo.”
Sejumlah akun bodong juga kerap melihat Snap Instagram milik Caca. Salah satunya akun @politik.paripurna yang memuat foto-foto tentara, namun hanya memiliki dua pengikut. Akun tersebut terpantau melihat pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 18.02.
Tak hanya di Instagram, Caca juga mengaku kerap mendapati teror secara langsung. Ia menceritakan pernah mengalami kejadian itu ketika berada di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UIN SMH Banten seorang diri untuk membeli makanan sekaligus memfotokopi. Saat melintas di tangga, ia melihat sekelompok mahasiswa laki-laki bergerombol dengan outfit berantai. Dalam situasi itu, ia mengaku sempat dihadang dan dituduh sebagai anarkisme.
“Waktu itu saya pernah ke Pusgiwa sendiri. Saya beli makan sekaligus fotokopi. Nah, di tangga itu ramai anak-anak cowok bergerombol dengan outfit rantai-rantai begitu. Lalu Caca tiba-tiba dihadang dan dibilang anarkisme,” ujarnya kepada wartawan, Senin (09/03/2026).
Baca juga 10 aktivis mahasiswa ditangkap Polresta Serang Kota
Ia menambahkan bahwa kejadian serupa juga dialaminya di tangga kampus, saat ia hendak pulang seorang diri. Menurutnya, ada seseorang yang menyebutnya “anarkis” meski tidak mengenalnya sama sekali, sehingga ia memilih tidak menanggapi.
Caca menyebut peristiwa itu merupakan kali kedua setelah kejadian di Pusgiwa. Ia juga mengaku tidak berani menatap mereka karena merasa risih, meski saat di Pusgiwa salah satu di antara mereka sempat memanggil namanya.
“Waktu itu aku mau pulang sendirian. Sama saja, ada yang bilang ‘anarkis’ padahal mereka sama sekali nggak kenal aku,” tambahnya.
Hingga kini, Alif juga masih ditahan di Polresta Serang Kota bersama belasan mahasiswa lainnya. (ukt)





