Dua Sekolah Dasar Negeri di Kota Serang Lumpuh Akibat Banjir
BANTEN – Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Serang terpaksa menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah terendam banjir selama beberapa hari terakhir.
Dua sekolah yang terendam banjir,.yakni SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 yang berada di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen. Kedua sekolah tersebut lokasinya berjarak hanya beberapa meter.
Kepala SDN Pamarican 1 Rohmatun Najilah menyampaikan bahwa kondisi banjir pada Senin mulai berangsur surut. Meskipun ketinggian air masih masuk ke dalam ruang kelas dengan genangan setinggi mata kaki, sementara di area lain mencapai selutut orang dewasa atau sekitar 5-30 sentimeter.
Baca juga Terendam Banjir, Pelayanan Puskesmas Kasemen Lumpuh
Najilah mengungkapkan, banjir sudah merendam SDN Pamarican sejak Jumat (02/01/2026) dan hingga kini masih belum surut. Akibat ruang kelas yang terendam banjir, sebanyak 198 siswa SDN Pamarican 1 dan 235 siswa SDN Pamarican 2 harus melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring).
“Kalau hujan besar, pasti banjir. Sekolah ini lebih rendah dari jalan dan dari kampung belakang, jadi seperti tempat penampungan air,” katanya Senin (05/01/2026).
Najilah menyebutkan, pembelajaran daring bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan kondisi banjir. Jika air di ruang kelas telah surut dan dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka akan kembali dilakukan.
“Kalau kelas sudah kering meskipun halaman masih tergenang, kita akan mulai luring lagi. Kita khawatirkan keselamatan anak-anak jika dipaksakan masuk saat kelas masih terendam,” ungkapnya.
Najilah berharap Pemerintah Kota Serang dapat segera memberikan solusi permanen agar kegiatan belajar mengajar tidak terus terganggu setiap musim hujan.
“Kasihan anak-anak kalau setiap banjir harus daring. Pembelajaran jadi tidak kondusif. Mudah-mudahan tahun ini ada solusi agar sekolah tidak banjir lagi,” pungkasnya. (ukt)





