Kerusakan Parah Ruas Jalan Kampung Buah Laler Taktakan Kota Serang Dikeluhkan Warga
BANTEN – Warga keluhkan ruas jalan Kampung Buah Laler hingga Jalan Komplek Taman Pesona, Taktakan, Kota Serang yang rusak parah dan dipenuhi kubangan.
Kondisi jalan yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan Gunung Sari dari Jalan Raya Serang-Cilegon kian memprihatinkan. Selain berlubang, di beberapa titik juga terdapat kubangan. Beberapa pengendara motor bahkan melintas di bahu jalan untuk menghindari kubangan.
Warga setempat, Wahyu mengatakan, kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak 2019. Pada 2021 kondisinya semakin parah dan hingga kini tak kunjung diperbaiki.
“Udah lama rusak, berlubang begini tapi gak diperbaiki,” katanya di sekitar lokasi, Jumat (23/01/2026).
Baca juga Banyak Jalan Rusak dan Berlubang di Kota Serang Dikeluhkan Warga
Menurut Wahyu, rusa jalan tersebut tidak pernah diperbaiki secara keseluruhan. Hanya beberapa bagian jalan yang diaspal dan beberapa ruas jalan lain hanya ditambal menggunakan tanah dan kerikil. Tak hanya rusak, ketika malam hari juga gelap gulita karena minim penerangan jalan.
“Paling ditambal sama baru kerikil sama tanah. Kalau kemarau jalanan berdebu, kalau hujan becek,” ujarnya.
Wahyu mengungkapkan, kondisi semakin parah karena banyak truk tambang yang melintas di jalanan tersebut. Ia berharap, ruas jalan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi mengungkapkan, kondisi jalan di Kota Serang saat ini masih terus dikejar peningkatannya.
“Kalau bicara persentase, kondisi jalan yang sudah diperbaiki kita saat ini sekitar 83 persen dan kita kejar sampai 85 persen. Artinya masih ada sekitar 15 persen yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, pada 2026 pihaknya menargetkan peningkatan dan perbaikan jalan, tidak hanya melalui APBD Kota Serang, tetapi juga dengan mengupayakan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Kalau dari anggaran sendiri, totalnya sekitar Rp30 sampai Rp40 miliar untuk perbaikan dan peningkatan jalan. Tapi kebutuhan infrastruktur kita memang masih lebih besar dibandingkan ketersediaan anggaran,” pungkasnya. (ukt)






