Banten

Inflasi Banten Naik ke 3,55 Persen, Penyebab Utama Akibat Tekanan Energi dan Pangan

BANTEN — Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Provinsi Banten pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 0,70 persen.

Berdasarkan berita resmi statistik yang dirilis 1 April 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap, kenaikan ini menunjukkan adanya kerentanan dalam dinamika harga, terutama pada sektor-sektor kebutuhan dasar masyarakat.

BPS Provinsi Banten mencatat, inflasi terjadi secara luas di sebagian besar kelompok pengeluaran. Rincinya, dari total 11 kelompok, sebanyak 8 kelompok mengalami kenaikan harga, sementara hanya 3 kelompok yang mengalami penurunan.

Baca juga Nilai Tukar Petani Banten 2026 Menurun

BPS menjelaskan, penyebab tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,54 persen. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan signifikan sebesar 9,77 persen, didorong lonjakan pada komponen listrik dan energi rumah tangga.

Kondisi ini diperparah oleh kenaikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 11,16 persen. Kombinasi kenaikan pada sektor pangan dan energi dinilai menjadi faktor utama yang mendorong inflasi bersifat struktural, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Secara komoditas, sejumlah bahan pangan seperti daging ayam ras, telur ayam, ikan, dan sayuran menjadi penyumbang utama inflasi. Di sisi lain, tarif listrik dan biaya sewa rumah turut memperkuat tekanan dari sektor non-pangan.

BPS juga mencatat adanya disparitas inflasi antar wilayah di Banten. Kabupaten Pandeglang tertinggi sebesar 4,61 persen, sementara Kota Tangerang terendah sebesar 3,01 persen.

Perbedaan ini mencerminkan adanya ketimpangan distribusi dan akses terhadap barang dan jasa di masing-masing wilayah.

Meski secara bulanan (month-to-month) inflasi Maret 2026 tercatat relatif moderat sebesar 0,47 persen, secara tahunan tekanan harga masih tergolong tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi di Banten tidak hanya bersifat musiman, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor struktural yang lebih dalam. (red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button