Muncul Narasi Dukung Sampah Tangsel Dikirim ke Cilowong, Sikap Warga Tardampak Langsung Tetap Tolak
BANTEN – Sejumlah warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Taktakan Bersatu mendukung kerja sama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Dalam video berdurasi 54 detik yang diterima banteninside, 12 warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Taktakan Bersatu yang berisikan ormas, organisasi kepemudaan, dan LSM menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terkait pendistribusian sampah dari Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang Serang ke TPSA Cilowong.
“Mendukung penuh program Kota Serang yaitu pendistribusian sampah dari Tangsel dan Kabser,” kata salah satu warga yang berada dalam video, Ade Rohmanudin.
Ade juga menyatakan siap mengawal kebijakan tersebut serta menolak kehadiran ormas lain yang dinilai akan mengganggu di wilayah Kecamatan Taktakan. Dalam pernyataannya, aliansi tersebut mengangkat Wahyu Nurjamil, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Kota Serang sebagai pembina yang dianggap berperan dalam upaya memajukan Kota Serang.
Baca juga Pertanyakan AMDAL, Warga Taktakan Kota Serang Tolak Kiriman Sampah Tangsel
Sebelumnya, pada 6 Januari 2026, masyarakat Taktakan justru menyatakan penolakan terhadap rencana pengiriman sampah dari luar daerah tersebut. Aksi penolakan itu dilakukan di depan Kantor Kecamatan Taktakan.
Menanggapi video yang beredar, salah satu perwakilan warga Cilowong yang menolak kebijakan tersebut, Muhdi, menegaskan bahwa penolakan warga masih tetap konsisten hingga saat ini.
“Kita tetap konsisten menolak, bicara video yang beredar atasnama aliansi itu mewakili siapa,” tanya Muhdi saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Muhdi, warga yang mendukung tersebut rumahnya tidak dilewati oleh truk pengangkut sampah dan tidak terdampak langsung.
“Kami tetap tegas menolak. Itu kajian dari mana kok sampai menerima,” ungkapnya.
Menurut Muhdi, alasan Pemkot Serang menerima kiriman sampah dari daerah lain dengan dalih pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak masuk akal.
Menurutnya, fasilitas PSEL seharusnya dibangun terlebih dahulu sebelum menerima sampah dari luar daerah.
“Seharusnya PSEL dibangun dulu, baru sampah datang. Ini malah sampah dulu ditumpuk, itu tidak mungkin,” ungkapnya.
Penolakan serupa juga disampaikan Ketua KNPI Kecamatan Taktakan, Wahyu Nugraha. Ia menilai pemerintah belum melakukan kajian menyeluruh terkait dampak kesehatan dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar.
“Pemerintah langsung menerima kiriman sampah tanpa kajian dampak. Yang mendukung pun bukan warga yang tinggal dekat TPSA atau dilintasi truk pengangkut,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, banteninside masih berupaya mengonfirmasi Ade Rohmanudin melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (ukt)






