Banten

Tanah Bergerak di Padarincng, Rumah Warga Rusak

BANTEN – Pergerakan tanah merusak rumah milik  warga di Kampung Pasirceuri, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Akibatnya, bangunan mengalami kerusakan parah hingga tak lagi layak ditempati.

Pantauan di lokasi, Senin (19/01/2026), dinding rumah milik warga tampak dipenuhi retakan memanjang. Lantai rumah bergelombang, sejumlah keramik terangkat dan pecah. Retakan menjalar dari dapur hingga ruang tengah, kamar tidur, sampai bagian depan rumah. Beberapa sudut bangunan terlihat miring dan menyisakan celah cukup lebar.

Salah satu warga yang merupakan guru sekolah dasar, Mabruri menuturkan, pergerakan tanah mulai terasa sejak 16 Desember 2025. Awalnya hanya retakan kecil sekitar satu milimeter dan sempat berhenti. Namun pada 12 Januari 2026, retakan kembali muncul dan semakin parah.

“Dalam lima hari, hampir setiap lima menit terdengar suara retakan. Lebarnya sampai sekitar 70 sentimeter,” ujarnya.

Baca juga Longsor dan Banjir di Padarincang: Pentingnya Mitigasi dan Pengelolaan Lingkungan

Kondisi tersebut membuat Mabruri bersama keluarga memilih mengungsi. Seluruh barang dipindahkan, sementara mereka kini tinggal di rumah mertua yang masih berada di kampung yang sama.

Mabruri memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp400 juta. Rumah tersebut baru rampung dibangun tahun lalu setelah proses pembangunan bertahap sejak 2020.

“Bangun rumahnya nyicil, enggak sekaligus. Baru selesai 2025,” katanya.

Selain Mabruri, warga lain bernama Junaedi juga terdampak. Rumahnya mengalami kerusakan berat dengan dinding terbelah dan bangunan nyaris roboh. Saat ini, Junaedi terpaksa mengontrak rumah.

“Masih bingung, mau pindah ke mana lagi, tanah saya cuma itu,” ungkapnya.

Camat Padarincang Agus Saepudin mengatakan, pergerakan tanah tidak hanya terjadi di Kampung Pasirceuri, tetapi juga di Kampung Sukaresmi, Desa Kadukempong.

“Di Sukaresmi tidak ada rumah warga yang terdampak, hanya jalan yang amblas,” jelasnya.

Menurut Agus, rumah yang terdampak langsung hanya milik dua warga tersebut. Pemerintah kecamatan telah menyalurkan bantuan sembako, sementara Pemerintah Kabupaten Serang berencana memberikan bantuan rehabilitasi rumah.

“Terutama rumah Pak Junaedi. Untuk Pak Mabruri, rencananya memang akan pindah. Sesuai arahan Ibu Bupati, akan ada disposisi ke Dinas Perkim,” pungkasnya. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button