367 Warga Masih Mengungsi Pasca Longsor di Lereng Gunung Kaupas Padarincang
BANTEN – Dua pekan pasca longsor di lereng Gunung Kaupas yang terjadi 6 Januari 2026, sebanyak 367 warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, masih bertahan di lokasi pengungsian.
Camat Padarincang Agus Saepudin mengatakan, warga yang lokasi tempat tinggalnya sekitar 300 meter dari titik longsor masih diungsikan, karena khawatir longsor susulan terjadi. Hingga kini, imbuhnyA, saat malam hari suara gemuruh di titik longsor masih kerap terdengar.
Menurut Agus, sejak awal bencana warga yang mengungsi menempati Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Roudhotunnazah yang terletak di samping Kantor Desa Kadubereum. Di tempat itu, dibangun dapur umum serta terdapat tiga toilet darurat.
“Kaitan (batas waktu pengungsian) itu kebijakannya nunggu dari putusan Bupati Serang,” kata Agus, Senin (19/01/2026).
Baca juga Tanah Bergerak di Padarincng, Rumah Warga Rusak
Agus menutukan, bahwa Bupati Serang masih menunggu hasil kajian terkait kondisi lereng Gunung Gaupas, termasuk potensi longsor lanjutan atau kemungkinan wilayah tersebut sudah dinyatakan aman. Hasil observasi di kawasan tersebut saat ini tengah diteliti di Bandung.
Sampai hari ini, kata Agus, tidak ada korban maupun rumah terdampak akibat longsor susulan yang masih terjadi. Warga diminta menunggu keputusan Bupati sebelum kembali ke rumah masing-masing.
“Kami diamanatkan agar masyarkat Kampung Cibodas sementara ini sabar bertahan di tempat pengungsian menunggu keputusan lebih lanjut dari Bupati menunggu hasil kajian dari Bandung,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengungsi, Yuyun (32) mengatakan, ia dan keluarganya merasa jenuh hidup di pengungsian selama dua pekan. Namun, ia tak menampik bahwa dirinya dan warga lainnya masih takut jika harus kembali ke rumah.
Sesekali, kata Yuyun, ia memaksakan kembali ke rumah untuk sekadar mengambil barang yang diperlukan. Hal itu dilakukan pada siang hari karena longsor susulan biasanya terjadi pada malam hari.
“Masih takut trauma kemaren aja kejadian lagi tapi alhamdulilah rumah aman. Sebenarnya pengen cepet pulang,” ungkapnya. (ukt)






