Survei BI : Kapasitas Produksi Terjaga, Intermediasi Kredit Perlu Diperkuat

JAKARTA — Bank Indonesia melaporkan kinerja dunia usaha tetap menunjukkan ketahanan pada periode terkini, tercermin dari tingkat utilisasi kapasitas produksi yang berada pada level relatif tinggi, yakni di kisaran 70 persen.
Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), aktivitas produksi pelaku usaha masih terjaga seiring dengan permintaan yang cukup stabil di sejumlah sektor.
“Kinerja kegiatan usaha tetap tumbuh, tercermin dari kapasitas produksi yang terjaga,” demikian disampaikan dalam laporan Bank Indonesia dikutip dari bi.go.id, Jumat (17/04/2026).
Meski demikian, Bank Indonesia mencermati bahwa perkembangan kredit usaha belum menunjukkan akselerasi yang sepadan dengan peningkatan kapasitas produksi.
Baca juga Kenakan Inflasi Terus Menjepit Petani
Hal ini mengindikasikan masih adanya ruang untuk penguatan fungsi intermediasi perbankan guna mendukung ekspansi dunia usaha secara lebih optimal.
Ke depan, menurut Bank Indonesia, sinergi antara sektor perbankan dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Penguatan penyaluran kredit yang selektif dan terarah diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kapasitas produksi secara maksimal serta memperkuat daya tahan sektor riil.
Bank Indonesia dalam laporan hasil survey itu, menyatakan akan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk mendorong efektivitas intermediasi kredit sebagai salah satu pilar penting dalam pemulihan ekonomi nasional. (red)






